Jenis Ligan Dan Aturan Tata Nama Senyawa Kompleks

Jenis Ligan Dan Tata Nama Senyawa Kompleks - Semakin banyak ditemukannya senyawa kompleks maka sangat perlu adanya aturan tata tulis atau tata nama senyawa kompleks. Dahulu aturan penamaan senyawa kompleks berdasarkan warna senyawa kompleknya contohnya seperti luteo (putih), violeo (violet), dan roseo (merah). 

Tata Nama Senyawa Kompleks
Nama Senyawa Kompleks


Akan tetapi sekarang aturan tata tulis atau tata nama senyawa kompleks mengikuti aturan IUPAC.  Sebenarnya aturan pemberian nama senyawa kompleks sama saja dengan penamaan senyawa ion pada umumnya hanya saja ada sedikit perbedaan yang perlu diperhatikan.

Baca Juga : Senyawa Kompleks Aluminium


A. Aturan Tulis Formula Senyawa Kompleks


Sebelum membahas aturan tata nama senyawa kompleks maka terlebih dahulu diketahui aturan penulisan formula senyawa kompleks. Adapun aturan tulis formula senyawa kompleks adalah sebagai berikut :


1. Aturan Lambang Atom 


Lambang atom pusat ditulis paling depan dan disusun secara alfabetik. Begitu juga dengan ligan ditulis secara alfabetik menurut simbol ligan pada huruf pertamanya. Apabila huruf pertama sama maka lihatlah huruf kedua pada simbol ligan. Adapun contoh urutan penulisan ligan secara berturut turut , Br⁻,  Cl⁻ , F⁻ OH⁻ dan lain sebagainya.


2. Aturan Tanda Kurung Siku Penutup


Senyawa kompleks terdiri dari ion kompleks dan atom lain di dalamnya. Ciri khas dari ion kompleks baik muatan atau netral semuanya ditulis menggunakan tanda siku penutup "[...]". 

Adapun formula di dalam ion kompleks sendiri, penulisan ligan ligan nya harus tidak ada spasi yang memisahkan antar ligan. Contoh penulisan formula dlm ion kompleks adalah [Co(NO)(NH3)5]. 

3. Aturan Muatan Ionik Dan Bilangan Koordinasi


Pada ion kompleks bermuatan , penulisan muatan ionik nya ditulis diluar tanda kurung siku tepatnya di pojok kanan atas sebagai supersript dengan tanda plus atau minus sesuai muatannya. Sedangkan untuk bilangan koordinasi ditulis diluar kurung ligan tepatnya dipojok kanan bawah sebagai suberscript sesuai jumlah ligan yang terikat pada atom pusat.

Kemudian setelah kita mengetahui cara penulisan formula senyawa kompleks maka selanjutnya kita juga perlu mengetahui beberapa jenis dan nama ligan sebagai bekal kita memberi nama senyawa kompleks


C. Jenis Jenis Ligan 


Ligan merupakan molekul atau ion yang bisa memberikan pasangan elektron ke atom pusat untuk berikatan secara ikatan koordinasi.  Karena ligan bisa menjadi pendonor elektron berarti ligan merupakan basa lewis sedangkan atom pusat sebagai askseptor elektron berarti atom pusat adalah asam lewis. Muatan ligan bisa positif, negatif, atau netral. 

Adapun jenis jenis ligan terbagi menjadi 3 jenis ligan sebagai berikut :

1. Ligan Monodentat


Ligan monodentat adalah jenis ligan yang hanya bisa mendonorkan satu pasangan elektron kepada atom pusat. Contoh ligan monodentat antara lain Br⁻ (bromo), Cl⁻ (kloro), F⁻ (fluoro), OH⁻ (hidrokso), H₂O (aqua) dan  NH₃ (amina)


2. Ligan Bidentat


Ligan bidentat adalah jenis ligan yang dapat memberikan dua pasangan elektron untuk berikatan dengan atom pusat. Contoh ligan bidentat adalah etilen diamin

3. Ligan Polidentat


Ligan polidentat adalah jenis lihan yang bisa mendonorkan lebih dari dua pasangan elektron pada atom pusat dalam ikatan koordinasi. Contoh ligan polidentat adalah CO₃²⁻ (karbonato) , C₂O₄²⁻ (oksalato) , dan SO₄²⁻ (sulfato)

Dalam jenis ligan polidentat terdapat juga jenis ligan khelat. Ligan khelat adalah jenis ligan polidentat yang mampu membentuk ikatan cincin dengan atom pusat (ion logam). Contoh ligan khelat adalah EDTA (Etilen Diamin Tetra Acetate).


C. Aturan Tata Nama Senyawa Kompleks 


Seperti yang sudah disinggung pada awal artikel ini, aturan tata nama senyawa kompleks mengikuti aturan IUPAC. Adapun berikut ini aturan tata nama senyawa kompleks :

a. Aturan 1 :


Apabila senyawa kompleks berupa molekul netral maka penulisan namanya cukup dalam satu kata saja. Namun pada senyawa kompleks ionik , nama kation ditulis dahulu di depan dengan diikuti nama anion nya secara terpisah

b. Aturan 2 :


Penulisan nama ligan ditulis terlebih dahulu dengan menyebutkan jumlah banyaknya ligan menggunakan awalan di depan nama ligan nya. Setelah nama ligan ditulis maka selanjutnya diikuti nama atom pusat nya. 

Adapun awalan yang digunakan untuk menyatakan jumlah atom antara lain di, tri, tetra, penta, dan heksa yang berturut turut menyatakan jumlah ligan 2, 3, 4, 5, dan 6. Semua awalan tersebut berlaku khusus untuk ligan sederhana. 

Sedangkan untuk awalan ligan yang lebih kompleks seperti ligan organik maka digunakan awalan nya adalah bis, tris, tetrakis, pentakis, dan heksakis yang berturut turut menyatakan jumlah ligan kompleks (ligan organik) berjumlah 2, 3, 4, 5, dan 6


c. Aturan 3 :


Apabila terdapat lebih dari satu ligan maka penulisan nama ligan nya diurutkan berdasarkan urutan alfabetik. Urutan alfabetik ini tidak dipandang dari awalan nya namun dipandang dari nama ligan nya. Sebagai contoh nama ligan aqua (H₂O) ditulis terlebih dahulu daripada nama ligan kloro (Cl⁻).

d. Aturan 4 :


Penamaan ligan anionik atau ligan negatif ditambah akhiran "o" sebagai pengganti akhiran nama ligan sebenarnya "at" , "it" maupun "ida". Sedangkan untuk penamaan ligan netral tetap sama dengan nama molekulnya kecuali ligan ligan khusus

Contoh Ligan Negatif 

Ligan 
Nama 
Ligan 
Nama 
F
Fluoro
NO3 
Nitrato
Cl
Kloro
OH
Hidrokso
Br
Bromo
O2–
Okso
I
Iodo
NH2 
Amido
CN
Siano
C2O4 
Oksalato
NO2 
Nitro
CO3 2–
Karbonato
ONO
Nitrito



Contoh Ligan Netral 

- Aqua (H₂O)
- Amina (NH₃)
- Karbonil (CO)
- Nitrosil (NO).


e. Aturan 5  :

Penulisan nama atom pusat ditulis tanpa spasi alias nyambung dengan penamaan ligan nya. Untuk tingkat oksidasi atom pusat ditulis di dalam kurung kecil "(...)" tanpa spasi dengan nama atom pusatnya


f. Aturan 6 :


Apabila ion kompleks nya berupa ion anionik maka penulisan nama atom pusatnya diberi nama sesuai dengan nama latinnya yang dengan akhirannya diganti "at". Sebagai contoh atom pusat Fe = Ferri maka menjadi ferrat. 

Sedangkan pada ion kompleks berupa ion kation atau molekul netral maka penulisan nama atom pusatnya tetap sesuai nama unsurnya. Sebagai contoh nama atom pusat Fe = Besi, Co = Kobalt , dan lain sebagainya

D. Contoh Penamaan Senyawa Kompleks 


Berikut ini contoh penamaan  senyawa kompleks antara lain 

[Co(NH₃)₆]Cl₃ = heksaaminkobalt (III) klorida

[Pt(NH₃)₄Cl₂]²⁺= ion tetraamindikloroplatina (IV)

K₄[Fe(CN)₆] = kalium heksasianoferrat(II)

[CoCl₂(NH₃)₄]Cl=tetraaminadikloridokobalt(III)

[Cu(H₂O)₂(NH₃)₄]SO₄=tetraaminadiaquatembaga(II) sulfat

[Cr(NH₃)₆](NO₃)₃ = heksaaminakromium(III) nitrat

[Ni(en)₃](SO₄) = trisetilendiaminanikel(II)

Demikianlah artikel yang bisa saya bagikan mengenai jenis ligan dan aturan tata nama senyawa kompleks. Semoga bisa bermanfaat bagi anda semua. Terima kasih
  







.






















Belum ada Komentar untuk "Jenis Ligan Dan Aturan Tata Nama Senyawa Kompleks"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel