Senyawa Kompleks : Sejarah, Pengertian, Formula, Muatan, Bilangan Koordinasi Senyawa Kompleks


Senyawa Kompleks
Senyawa Kompleks

A. Sejarah Senyawa Kompleks


Dalam ilmu kimia , diketahui bahwa terdapat senyawa yang merupakan hasil ikatan antara dua atom atau lebih berdasarkan valensi atom penyusunnya. Senyawa seperti itu disebut senyawa sederhana , contohnya H₂O, NaCl, NaOH, dan lain sebagainya

Akan tetapi disisi lain ada yang senyawa membuat bingung seperti senyawa hasil pelarutan AgCl dalam amonia yang menghasilkan ion kompleks [Ag(NH₃)]⁺. Hal ini tentu tidak dapat dijelaskan dengan prinsip ikatan berdasarkan valensi atom. 

Begitu juga dengan hasil senyawa yang ditemukan oleh Tassert (1798), yaitu CoCl₃.6NH₃. Senyawa tersebut sekilas terasa aneh karena mengandung senyawa yang sudah netral sehingga tidak bisa di jelaskan secara ikatan berdasarkan valensi atom. Setelah dipelajari lebih lanjut sekitar 100 tahun lamanya , akhirnya senyawa senyawa tersebut dapat diungkap. Ternyata senyawa tersebut merupakan senyawa kompleks

Adapun alasan dinyatakan atau disebut sebagai senyawa kompleks karena senyawa nya memiliki struktur yang rumit dan kompleks sehingga perlu dipelajari tersendiri secara lebih lanjut. Dalam hal ini , senyawa kompleks sudah mulai berkembang , mulai banyak ditemukan, dan mulai dapat perhatian sendiri untuk dipelajari.


B. Pengertian Senyawa Kompleks 


Secara umum, senyawa kompleks atau biasa disebut senyawa koordinasi adalah senyawa yang terbentuk sebagai hasil penggabungan antara dua atau lebih senyawa sederhana menjadi senyawa yang lebih rumit strukturnya dengan ikatan kovalen  koordinasi. Ikatan kovalen koordinasi sendiri yaitu ikatan yang bergabung dengan cara penggunaan elektron bersama dari salah satu atom penyusun nya.

Selain itu, senyawa kompleks juga bisa di artikan sebagai senyawa terbentuk dari atom pusat dan ligan yang bisa berupa ion postif, negatif, atau netral dengan mendonorkan pasangan elektron ke atom pusat untuk digunakan bersama.

Baca Juga : Senyawa Kompleks Aluminium 


B. Komponen Pembentuk Senyawa Kompleks


Senyawa kompleks terbentuk atau tersusun dari atom pusat , ligan , dan atom atau gugus lain. Atom pusat berupa logam yang bermuatan positif. Unsur logam yang biasanya menjadi atom pusat adalah unsur logam transisi. Hal itu dikarenakan pada unsur logam transisi mempunyai orbital kosong yang dapat digunakan untuk menerima pasangan elektron dengan membentuk ikatan senyawa kompleks. 

Di samping itu, komponen pembentuk senyawa kompleks lainnya adalah ligan. Ligan adalah molekul netral atau anion yang dapat mendonorkan pasangan elektron pada atom pusat. Jenis ligan sendiri antara lain ligam monodentat bidentat dan polidentat. Banyaknya ligan yang dapat berikatan dengan atom pusat disebut bilangan koordinasi. 

Ikatan atom pusat dengan ligan akan membentuk ion kompleks yang selanjutnya akan berikatan lagi dengan atom lain. Ion kompleks sendiri bisa bermuatan positif atau negatif. Apabila ion kompleks nya positif maka akan berikatan dengan atom yang bermuatan negatif begitu juga sebaliknya. 

Pada pembentukan senyawa kompleks dapat diketahui dari terjadinya perubahan warna yang mencolok seperti senyawa kompleks CoCl₃.6H₂O yang awalnya berwarna pink akan berubah warna menjadi biru ketika dipanaskan dengan penambahan aseton atau alkohol. Dalam hal tersebut, terjadi pelepasan ligan dalam reaksinya.

Senyawa kompleks dalat diketahui penulisannya secara jelas. Penulisan senyawa kompleks biasanya menggunakan tanda kurung "[...]. Sebagai contoh senyawa kompleks adalah [Co (NH₃)]Cl₃.

C Formulasi Senyawa Kompleks


Dalam senyawa kompleks terdapat tanda kurung "[...]" yang berisi ion kompleks. Ion kompleks inilah yang merupakan karakteristik formulasi senyawa kompleks. Perumusan lengkap senyawa kompleks terdiri dari ion kompleks, dan atom lain. Semuanya tersebut bergabung menjadi senyawa kompleks.

Sebagai contoh ion kompleks [Fe(CN)₆] bermuatan negatif dan kation K+ akan bergabung menjadi senyawa kompleks dengan formula K₄[Fe(CN)₆]. Selain itu  ada juga contoh formula senyawa kompleks yang lain sebagai berikut :

[Co(NH₃)₆] Cl₃ --> [Co(NH₃)₆]³⁺ + 3Cl⁻
[CoCl(NH₃)₅] Cl₂ --> [CoCl(NH₃)₅]²⁺ + 2Cl⁻
[CoCl₂(NH₃)₄] Cl --> [CoCl₂(NH₃)₄] ⁺ + Cl⁻
[Co(H₂O)₆] Cl₂ --> [Co(H₂O)₆]²⁺  + 2Cl⁻

Dari contoh tersebut dapat di ketahui bahwa secara umum senyawa kompleks dapat di tuliskan dengan empat formula yaitu sebagai kompleks netral, kompleks kation , kompleks anion, dan kompleks kation-anion sebagai berikut :

[ML^n] , [ML^n] (X)^m
M'm [ML^n] , [M'L^m] [ML'n]

Keterangan :
M dan M' = umumnya logam transisi
L dan L' = Ligan
X = anion
m dan n = bilangan bulat
^ = pangkat

D. Muatan Senyawa Kompleks


Muatan senyawa kompleks tergantung pada tingkat oksidasi masing masing atom penyusun nya. Muatan senyawa kompleks merupakan gabungan penjumlahan semua muatan atom pusat, ligan, dan atom lain nya penyusun senyawa kompleks. Dalam hal ini, atom pusat bermuatan negatif, ligan bisa bermuatan netral atau negatif, dan atom lain bisa bermuatan postif, negatif, atau netral.

Sebagai contoh dalam senyawa kompleks [CoCl(NH₃)₅] Cl₂ , NH₃ merupakan molekul netral (tingkat oksidasi N = -3 H = +1) , atom Cl memiliki tingkat oksidasi -1 sehingga total atom Cl membeikan muatan - 3 dan oleh karena itu atom kobalt mempunyai oksidasi +3. Dengan demikian, khusus ion kompleks nya bermuatan (+3) + (-1) = +2, sehingga ion ini dapat dituliskan CoCl(NH₃)₅ demikian seterusnya.

E. Bilangan Koordinasi Dan Bentuk Ruang Senyawa Kompleks


Bilangan koordinasi pada senyawa kompleks bisa diartikan sebagai banyaknya ikatan koordinat antara atom pusat dengan atom donor (ligan) atau banyaknya jumlah atom yang mampu memberikan donor pasangan elektron pada atom pusat. Bilangan koordinasi menunjukan banyaknya ligan yang mengelilingi atom pusat. 

Adapun bilangan koordinasi yang paling banyak di dapatkan adalah 2,4, dan 5. Perlu diketahui juga bahwa semakin tinggi muatan ion atom pusat maka semakin banyak pula atom pusat dapat menerima pasangan elektron sehingga akan semakin banyak ikatan alhasil bilangan koordinasi nya pun semakin tinggi. 


Adanya bilangan koordinasi ini sangat berkaitan dengan bangun ruang senyawa kompleks. Dimana ketika terjadi ikatan saat itu juga terjadi tolak menolak antar pasangan elektron seperti teori VSEPR. Besarnya tolakan ini akan mempengaruhi sudut ikatan yang akan membentuk bangun ruang senyawa. 

Pada senyawa kompleks dengan bilangan koordinasi dua, sudut tolakannya 180 derajat sehingga membentuk garis lurus dengan bangun ruang nya linear. Begitu juga dengan senyawa kompleks berbilangan koordinasi empat, lima , dan enam yang masing masing akan membentuk bangun ruang yaitu tetrahedron, trigonalbipiramida, dan oktahedron.

F. Contoh Senyawa Kompleks


Terdapat banyak sekali senyawa kompleks yang diketahui. Berikut ini beberapa contoh senyawa kompleks sederhana  yaitu antara lain  [Ag (NH₄)₂] Cl , [Co (NH₃)₆]  (NO₃)₃, K3₃[Fe(CN)₆],K₂[PtCl₄], [Co(NH₃)₆]  [Cr(Cn)]
[Pt(NH₃)₄][PtCl₄] , dan lain sebagainya masih banyak lagi.

Demikianlah artikel tentang senyawa kompleks yang bisa saya bagikan. Semoga bisa bermanfaat bagi anda semua. Terima kasih














Belum ada Komentar untuk "Senyawa Kompleks : Sejarah, Pengertian, Formula, Muatan, Bilangan Koordinasi Senyawa Kompleks"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel