Percobaan Senyawa Kompleks Aluminium (Kimia Koordinasi)

Senyawa Kompleks Aluminium
Aluminium

A. Tujuan Percobaan

Pada percobaan yang berjudul "Senyawa Kompleks Aluminium" dilakukan dengan tujuan untuk mengenal dan mengetahui beberapa karakteristik reaksi pembentukan senyawa kompleks Aluminium. 

B. Alat Dan Bahan Percobaan


Adapun beberapa alat laboratorium yang digunakan antara lain tabung reaksi , pipet tetes, PH Meter, gelas beaker, dan pemanas. Sedangkan bahan larutan yang di gunakan antara lain larutan  Al₂(SO₄)₃ , Na₂CO₃ , NaOH dan NH₃


C. Teori Singkat Senyawa Kompleks Aluminium


Aluminium merupakan salah satu unsur kimia yang mempunyai nomor atom 13 dalam sistem periodik unsur. Alumnium memiliki tingkat oksidasi 3+ sehingga mampu membentuk senyawa kompleks dengan unsur lain. Senyawa kompleks aluminium bisa terbentuk dengan penambahan asam atau basa.

Baca Juga : Unsur Transisi

Dalam air , spesies aluminium yang ada yaitu [Al (H₂O)₆]³⁺ Dari spesies aluminium tersebut dapat diketahui bahwa Al mengikat 6 molekul air dan bermuatan 3+. Energi yang di lepaskan saat mengikat molekul air disebut energi hidrasi. 

Alumiunium juga memiliki beberapa stereokimia dengan bilangan koordinasi 4 dan 6 berbentuk tetrahedral dan oktrahedral. Selain itu , aluminium juga memiliki bilangan koordinasi 5 berbentuk trigonalbipiramidal.

Dalam persenyawaan Al₂(SO₄)₃ , , spesies yang ada yaitu [Al (H₂O)₆]³⁺  [SO₄]²⁻ dengan hidrat nya. Dan pada saat Al₂(SO₄)₃ ditambahkan larutan basa maka akan terjadi hidrolisis berkelanjutan sehingga terjadi endapan [Al (H₂O)₃ (OH)₃]. Endapan aluminium hidroksida tersebut akan larut dalam penambahan NaOH berlebih  akan  bisa membentuk ion aluminat , [Al (H2O)₂ (OH)₄ ]⁻

Disamping itu apabila spesies aluminium dalam air di reaksikan dengan EDTA maka akan terbentuk senyawa kompleks oktahedron dengan bermuatan 4- yang berasal dari EDTA itu sendiri.

D. Proses Percobaan


Pada percobaan ini digunakan bahan utama berupa larutan Al₂(SO₄)₃  yang akan direaksikan dengan beberapa pereaksi dengan volume 2 - 3 ml antara lain larutan Na₂CO₃, Pita Mg, NaOH, NH3, dan EDTA. Namun, sebelum mereaksikan itu semua, maka perlu diukur dahulu PH Al₂(SO₄)₃ , dengan menggunakan PH Meter. Setelah itu, maka tinggal direaksikan Al₂(SO₄)₃ dengan semua pereaksi tersebut dengan setetes demi tetes sampai penambahan berlebihan dan kemudian diamati hasil perubahannya.


E. Hasil Percobaan


Hal pertama yang dilakukan adalah memgambil larutan Al₂(SO₄)₃ , yang mana di dalam larutan tersebut dapat diketahui ada spesies aluminium yaitu Al (H₂O)₆]³⁺ . Spesies ini yang nantinya akan bereaksi dengan pereaksi yang akan ditambahkan.

Sebelum di reaksikan , perlu dilakukan pengukuran PH Al₂(SO₄)₃ , dan diperoleh hasil PH nya sebesar 3. Hal ini menunjukan bahwa Al₂(SO₄)₃  bersifat asam dalam larutan nya. Karena bersifat asam, maka dalam latutan Al₂(SO₄)₃  terdapat ion H₃O+ (asam). Adapun persamaan reaksinya sebagai berikut  

[Al (H₂O)₆]³⁺  + H₂O --> [Al (H₂O)₅ (OH)] ²⁺ + H₃O⁺

Pada pereaksian pertama yaitu Al₂(SO₄)₃ , dengan Na₂CO₃ pekat diperoleh hasil pengamatan yaitu ketika awal penambahan Na₂CO₃  tidak terbentuk endapan dengan larutan putih keruh namun sesaat setelah di diamkan terbentuk endapan putih. Dalam hal ini endapan yang terbentuk adalah aluminium hidroksida yang merupakan hasil hidrolis berkelanjutan karena Na₂CO₃  merupakan basa. Adapun persamaan reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

1. [Al (H₂O)₆]³⁺ + H₂O--> [Al (H₂O)₅ (OH)]²⁺ + H₃O⁺

2. [Al (H₂O)₅ (OH)] ²⁺ + H₂O --> [Al (H₂O)₄ (OH)₂] ⁺ + H₃O⁺

3. [Al (H₂O)₄ (OH)₂] ⁺ + H₂O --> [Al (H₂O)₃ (OH)₃] + H₃O⁺

Apabila persamaam reaksi diatas dijumlahkam maka bisa diperoleh persamaam reaksi secara umum sebagai berikut :

[Al (H₂O)₆]³⁺ + 3H₂O--> [Al (H₂O)₃ (OH)₃] + 3H₃O⁺

Pereaksian kedua adalah Al₂(SO₄)₃  direaksikan dengan pita Mg dan dipanaskan. Dalam pereaksian tersebut diperoleh hasil pengamatan yaitu awalnya sebelum dipanaskan tidak terjadi perubahan apapun tetapi setelah dipanaskan terdapat gelembung gas di sekitar pita Mg. Gelembung gas ini merupakan gas hidrogen. Adapun persamaan reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

1. [Al (H₂O)₆]³⁺ + 3H₂O--> [Al (H₂O)₃ (OH)₃] + 3H₃O⁺

2. Mg + 2H₃O⁺ --> Mg²⁺ + 2H₂O + H₂

Selanjutnya pereaksian antara Al₂(SO₄)₃ dengan NaOH dan diperoleh hasil pengamatan yaitu terbentuk endapan putih berupa aluminium hidroksida saat awal penambahan NaOH namun setelah penambahan NaOH berlebih endapan putih tersebut menghilang dam larutan menjadi jernih. Hal itu dikarenakan pada penambahan NaOH berlebih kedalam Al₂(SO₄)₃ akan membentuk ion aluminat yang disebabkan adanya basa kuat. Adapun persamaan reaksi yang terjadi sebagai berikut :

1. [Al (H₂O)₆]³⁺ + 3H₂O--> [Al (H₂O)₃ (OH)₃] + 3H₃O⁺

2. [Al (H₂O)₃ (OH)₃] + H₂O --> [Al Al (H₂O)₂ (OH)₄]

Pereaksian berikutnya yaitu pereaksian antara Al₂(SO₄)₃ dengan NH₃ encer tetes demi tetes dan diperoleh hasil pengamatan yaitu larutan berubah menjadi keruh dengan mengandung sedikit endapan. Hal itu dikarenakan NH₃  adalah basa lemah sehingga ion OH⁻ yang terbentuk hanya sedikit alhasil tidak bisa melarutkan endapan dan tidak membentuk ion aluminat. Adapun persamaan reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

[Al (H₂O)₆]³⁺ + 3H₂O--> [Al (H₂O)₃ (OH)₃] + 3H₃O⁺


Dan selanjutnya pereaksian terakhir yaitu pereaksian antara Al₂(SO₄)₃ dengan EDTA dipanaskan hingga EDTA larut kemudian ditambahkan NH₃  encer. Dari pereaksian tersebut diperoleh hasil pengamatan yaitu pada saat penambahan EDTA, serbuk EDTA tidak larut, namun ketika dipanaskan kemudian larut. Dan setelah penambahan NH₃  encer tidak terjadi perubahan apapun karena memang tidak tidak terjadi reaksi. Adapun persamaan reaksi yang terjadi yaitu 

1. [Al (H₂O)₆]³⁺ + [EDTA]⁴⁻ --> [Al (EDTA)]⁻ + 6H₂O

2. [Al (EDTA)]⁻ ⁺ NH₃ --/-->

F. Kesimpulan 


Alumnium adalah unsur yang memiliki muatan 3+ sehingga bisa membentuk senyawa kompleks. Dalam air dan Al₂(SO₄)₃, spesies alumium yang ada yaitu [Al (H₂O)₆]³⁺ sedangkan bentuk padatannya, spesies aluminium yang ada adalah [Al (H₂O)₃ (OH)₃]. Dan ketika pereaksian Al₂(SO₄)₃ dengan basa maka akan terjadi hidrolisis berkelanjutan membentuk endapan hidroksida nya. Apabila diteruskan dengan penambahan basa berlebihan maka endapan akan larut dan terbentulah ion aluminat.

Demikianlah artikel yang bisa saya bagikan mengenai laporan praktikum senyawa kompleks aluminium. Semoga bisa bermanfaat bagi anda semua. Terima kasih















Belum ada Komentar untuk "Percobaan Senyawa Kompleks Aluminium (Kimia Koordinasi)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel