Proses Pembuatan Gula Dari Tebu Secara Umum

Memang manis , manis gula - gula
Begitu negeri kita tercinta
Banyak suku suku dan budaya
Ada jawa , sumatera, sampai papua


Proses Pembuatan Gula -Itulah sepenggal lirik lagu yang mengungkapkan rasanya gula yang manis seperti kamu ya kamu hehe. Gula merupakan kebutuhan sehari hari yang dibutuhkan untuk pemanis alami pada makanan selain madu. Bentuk gula sendiri berupa kristal kecil kecil yang jika ditambahkan pada makanan akan menambah rasa manis dan lezat pada makanan tersebut.

Gula Tebu
Gula Tebu

Hal yang menyebabkan gula mempunyai rasa manis karena di dalamnya mengandung kadar glukosa (fruktosa) yang tinggi. Glukosa ini selain memberi rasa manis juga akan menghasilkan energi pada pengolahannya di dalam tubuh manusia. 

Sebagai kebutuhan sehari hari manusia, gula rata rata dikonsumsi per orang di negara Indonesia sebanyak 12 - 15 kg pertahun. Gula yang paling banyak dikonsumsi biasanya gula tebu. Gula ini dibuat dari bahan baku tebu dengan melalui proses pengolahan hingga menjadi gula kristal.

Di Indonesia , pembuatan gula sendiri cukup dalam jumlah yang besar. Hal ini dikarenakan sebagaian besar lahan di indonesia adalah lahan pertanian. Lahan pertanian inilah yang dimanfaatkan untuk menanam tebu. Dan setelah tebu matang maka segera di panen untuk bahan baku pembuatan gula tebu (gula pasir)

Proses pembuatan gula dari tebu berlangsung dalam beberapa tahapan dan melibatkan reaksi kimia di dalamnya. Pembuatan gula ini dilakukan dalam skala pabrik. Selain itu juga bisa dilakukan pembuatan gula di rumah produksi sendiri tapi bukan gula tebu (gula pasir) melainkan gula jawa yang bahan baku nya dari air nira kelapa. Tentunya proses pembuatan gula tebu dan gula jawa berbeda dalam segi pengolahan bahan baku nya hingga menjadi gula.

Disamping itu , volume produksi gula tebu dalam skala pabrik jauh lebih besar daripada produksi gula jawa dalam perumahan produksi. Hal ini dikarenakan dalam pembuatan gula tebu digunakan mesin gilingan tebu sedangkan gula jawa dibuat secara manual dengan proses penyaringan dan pemanasan saja.

Adapun proses pembuatan gula dari tebu  secara umum meliputi beberapa tahapan sebagai berikut :

Proses Pembuatan Gula Dari Tebu

1. Tahap Pengolahan Awal 


Tahap paling awal untuk pembuatan gula tebu adalah memanen tebu, memilah tebu yang baik, dan menimbang berat tebu tersebut. Tebu dipanen dalam jumlah yang besar sekaligus sehingga untuk membawa tebu yang telah dipanen maka tebu di angkut dengan truk. 

Proses pengangkutan tebu dilakukan dengan segera setelah tebu di panen menggunakan truk karena apabila terlalu lama dibiarkan tidak diangkut angkut maka kadar glukosa dan air dalam tenu akan berkurang sehingga tingkat kemanisannya pun menghilang menjadi asam. Pengangkutan tebu ini akan di bawa ke pabrik gula untuk dilakukan proses pengolahan selanjutnya yaitu pemilihan tebu yang layak dan baik. 

Syarat kelayakan tebu yang akan dibuat gula antara lain matang, bersih , dan segar. Dari syarat tersebut maka berarti harus dipertimbangkan tingkat kadar glukosa , kebersihan, serta umur tebu yang digunakan dalam pembuatan gula. 

Ketika tebu sudah dipilah maka tinggal ditimbang berat nya. Semakin berat tebu, kemungkinan semakin banyak pula nira yang akan dihasilkan sehingga gula yang di dapatkan bisa banyak. 


2. Tahap penggilingan tebu


Setelah bahan baku tebu yang digunakan siap maka dilakukan proses penggilingan tebu menggunakan mesin penggiling yaitu cane cutter dan cane hammer. Proses penggilingan dilakukan untuk memeras air sari tebu yang rasanya manis dan biasanya disebut nira

Tebu yang sudah dipilih dimasukan dalam mesin yang akan memotong dan memecah batang tebu menjadi bagian kecil sehingga di hasilkan air sari tebu nya. Pemecahan tebu yang matang lebih mudah dipecah sehingga hasil air nira yang diperoleh akan maksimal.

Selain itu untuk mendapatkan nira yang maksimal maka penggilingan dilakukan sebanyak 10 kali dengan memakai 5 unit gilingan. Sebelum memulai penggilingan, mesin penggiling terlebih dahulu diatur sudut putarannya. Mesin penggilingan ini biasanya memerlukan besar daya sekitar 150-200 kg/cm2 dengan berbagai sudut putaran dalam penggilingan nya.


3. Tahap Pemurnian Air Sari Tebu


Ketika air sari tebu atau nira sudah terkumpul semua maka selanjutnya dilakukan pemurnian nira. Hal ini untuk menghilangkan kotoran yang mungkin ada dalam nira yang dihasilkan. Atau juga bisa untuk membersihkan kulit tebu yang mungkin ikut tercampur dalam nira.

Tujuan pemurnian ini adalah untuk mendapatkan nira yang murni bebas dari kandungan kotoran atau zat lainnya. Hal itu dilakukan karena biasanya dalam nira mentah terkandung zat selain glukosa seperti Ca,Fe,Mg,Al

Proses pemurnian nira akan memisahkan glukosa dengan zat lainnya. Adapun proses pemurnian nira bisa dilakukan dengan beberapa cara antara lain pemurnian cara defekasi, sulfitasi, karbonatasi, dan dengan bahan kimia. Proses pemurnian dengan cara cara tersebut secara garis besar meliputi pemanasan, pengapungan, pengendapan, penyaringan, atau menggunakan bahan kimia yang bisa memisahkan bahan selain glukosa

Dari proses pemurnian ini akan diperoleh nira jernih murni dan endapan zat non glukosa dalam bejana pengendap.


4. Tahap Penguapan Air Sari Tebu


Apabila air sari tebu atau nira sudah dimurnikan maka selanjutnya nira akan diuapkan dengan menggunakan evaporator. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam nira sehingga yang awalnya tadi nira encer akan menjadi lebih kental dengan tingkat kekentalan 60 – 65 % brik. Selain itu, proses penguapan juga mempermudah proses selanjutnya yaitu proses pengkristalan

Untuk melakukan proses penguapan , pastikan dilakukan dalam temperatur 65 – 110 0C . Dan ketika melakukan proses penguapan ini, anda perlu memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa hal berikut ini :

1. Temperatur dan kecepatan penguapan (waktu penguapan)

2. Tidak menyebabkan terjadinya kerusakan kandungan glukosa atau gula

3. Tidak memunculkan kerusakan baru pada proses berikutnya

4. Harga pas kantong alias cukup terjangkau

Pada proses penguapan dilakukan dalam kondisi vakum dengan membuat cairan nira mendidih (suhu tinggi) dan tekanan menjadi rendah. Dan ketika pada puncak penguapan , perlahan lahan suhu diturunkan dan tekanan kembali dinaikan. Hal ini bertujuan agar tidak merusak kandungan glukosa atau gula dalam nira. Dalam proses penguapan ini akan diperoleh hasil nira kental


5. Tahap Kristalisasi


Walaupun sudah melalui proses penguapan, nira kental yang dihasilkan masih ada kandungan air sekitar  ± 35% - 40%. Apabila jumlah kandungan air melebihi persen air normal tersebut maka proses pengkristalan akan lebih lama. 

Proses kritalisasi atau pengkristalan nira dilakukan dengan tujuan untuk membentuk kristal gula sehingga mudah dipisahkan dari kotoran yang padat nya. Dalam proses kritalisasi ini di bedakan dan terbagi dalam beberapa tingkatan berdasarkan kualitas nya. Adapun tingkatan kristal yang dihasilkan dalam proses kritalisasi yaitu kristal tingkat 1 sampai tingkat 4.


6. Tahap Putaran


Setelah terbentuk kristal gula bukan berarti proses pembuatan gula hanya sampai disini saja. Hal itu dikarenakan dalam kristal gula yang dihasilkan terdapat larutan yang menempel sehingga perlu dipisahkan. Untuk memisahkan kristal gula dan larutan yang menempel maka dilakukan proses putaran menggunakan alat centrifuge atau alat putaran

Dalam pabrik gula, proses putaran terdiri dari dua bagian yaitu High Grade Centrifugal (9 unit putaran) dan Low Grade Centrifugal (12 unit putaran). Kedua proses putaran tersebut akam menghasilkan kristal gula dan tetes larutan


7. Tahap Pengeringan Dan Pendinginan


Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam proses pembuatan gula dari tebu. Dalam tahap proses ini biasanya menggunakan dua mesin yang berbeda untuk memaksimalkan kristal gula yang terbaik

Adapun proses pengeringan dan pendinginannya berwal dari kristal gula yang sudah terpisah dari larutan tadi , maka kemungkinan kristal gula nya masih sedikit basah sehingga perlu di keringkan. Proses pengeringan dilakukan dengan menyemprotkan uap panas dengan kisaran suhu  ± 70OC. Dan setelah itu, di dinginkan kembali hingga diperoleh krital gula yang berkualitas tinggi (kering dan murni). 

Sampai tahap ini proses pembuatan gula sudah selesai. Dan hasilnya diperoleh kristal gula yang terbaik tinggal di kemas menggunakan kemasan atau karung gula dan siap di simpan atau dipasarkan.

Demikianlah artikel yang bisa saya bagikan mengenai proses tahapan pembuatan gula. Semoga bisa bermanfaat bagi anda semua. Terimakasih

















Belum ada Komentar untuk "Proses Pembuatan Gula Dari Tebu Secara Umum"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel