Logika : Pengertian, Sejarah, Jenis, Unsur, Dan Manfaat Logika


Kata katamu itu sangat tidak logis !!! ujar temanku

Logika -Apakah anda pernah mendapatkan ungkapan seperti itu dari orang ? Apa arti dan maksud ungkapan tersebut ? Apakah tidak logis disini sama dengan tidak masuk akal ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut anda perlu membaca artikel ini sampai selesai..cekidot..

Setiap manusia pasti selalu berpikir tentang sesuatu hal setiap harinya karena mempunyai akal. Proses berpikir ini bisa dengan logika. Berpikir secara logika penting dilakukan untuk dapat menentukan dan menganalisa setiap kemungkinan yang terjadi.

A. Pengertian Logika

Logika
Logika


Logika ini di dasarkan pada semua unsur unsur logika berupa himpunan pernyataan yang benar dan salah. Beberapa himpunan pernyataan tersebut perlu di analisa hingga menghasilkan kesimpulan yang dapat diambil. Proses berpikir seperti inilah yang disebut logika. 

Logika sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu λόγος (logos) yang memiliki arti yaitu hasil pertimbangan akal pikiran yang diungkapkan melalui perkataan dan diwujudkan dalam bahasa. Logika erat banget hubungannya dengan penalaran karena memang logika ini bagian dari ilmu filsafat atau penalaran. 

Ilmu filsafat merupakan ilmu yang menyangkut proses berpikir atau bernalar tentang sesuatu hal menggunakan logika. Dari pengertian ilmu filsafat tersebut dapat diketahui bahwa logika menjadi dasar penting dalam ilmu filsafat.

Sebagai cabang ilmu filsafat, logika juga bisa diartikan secara umum adalah ilmu yang mempelajari kemampuan berpikir seseorang yang lurus, tepat, dan teratur dengan mempertimbangkan beberapa unsur logika sehingga mampu memperoleh kebenaran atau menarik kesimpulan yang benar (valid)


B. Sejarah Logika Secara Singkat


Sejarah logika dimulai saat Thales, seorang filsuf Yunani mengungkapkan air secara logika induktif pada sekitar abad 624 - 548 SM. Kemudian disusul oleh Aristoteles yang memperkenalkan logika sebagai ilmu yang dapat dipelajari dengan pola pikir silogisme. Dalam abad tersebut logika mulai berkembang.

Perkembangan logika Aristoteles terus berjalan turun temurun kepada murid murid nya sampai muncul dan dikenal logika baru yaitu logika simbolik yang ditandai dengan rilisnya buku Principia Mathematica tiga jilid yang merupakan karya buatan oleh Alfred North Whitehead (1861 - 1914) dan Bertrand Arthur William Russel (1872 - 1970). Hingga sampai saat ini logika sebagai cabang ilmu semakin berkembang pesat


B. Jenis - Jenis Logika


Secara umum, jenis logika terbagi menjadi dua bagian yaitu :

1. Logika Alamiah


Logika alamiah (murni) adalah suatu proses berpikir yang menggunakan akal budi manusia yang ada dari sejak lahir. Logika ini selalu mengedepankan berpikir secara lurus, cermat, tepat dan akurat tanpa adanya pengaruh dari luar yang biasanya bersifat subjektif. Hal itu dikarenakan logika alamiah ini mempunyai sifat murni tidak tercampur pengaruh luar dan merupakan bawaan sejak dilahirkan.

2. Logika Ilmiah


Logika ilmiah adalah suatu proses berpikir yang sistematis berdasarkan urutan tahapan yang harus dilalui untuk memperoleh kebenaran yang valid. Tujuan logika ilmiah dilakukan untuk mengurangi kesalahan dalam pemikiran tentang suatu hal. Logika ilmiah juga terbagi menjadi dua yaitu logika formal (logika berdasarkan pernyataan) dan logika material (logika berdasarkan materi atau objektif)

Selain pembagian jenis logika secara umum diatas, ada juga jenis logika berdasarkan cara penarikan kesimpulan yaitu sebagai berikut :


1. Logika Induktif


Logika induktif adalah suatu proses berpikir yang menyimpulkan pernyataan atau fakta valid bersifat khusus menjadi sebuah kesimpulan yang umum. Logika induktif terbagi menjadi dua bagian yaitu generalisasi, analogi, dan hubungan klausal. Adapun contoh logika induktif antara lain :

a. Generalisasi

- Lampu membutuhakan energi listrik untuk bisa menyala
- Kipas angin membutuhkan energi listrik untuk bisa berputar
- Penanak nasi membutuhkan energi listrik untuk menanak nasi
Hasil kesimpulan :
- Jadi, semua alat elektronik membutuhkan energi listrik agar bisa digunakan sesuai fungsinya

b. Hubungan Klausal

- Lupa membawa jas laboratorium membuat praktikan tidak bisa melakukan praktikum
- Tidak melakukan praktikum membuat nilai menjadi buruk
- Nilai buruk menjadikan tidak lulus


2. Logika Deduktif


Logika deduktif adalah suatu proses berpikir yang menyimpulkan pernyataan bersifat umum menjadi kesimpulan pernyataan yang lebih khusus dan valid. Penarikan kesimpulan dalam logika deduktif biasanya menggunakan pola pikir silogisme. Adapun contoh logika deduktif sebagai berikut :

- Semua narablog perlu komitmen dan konsisten membuat konten di blog agar blog nya sukses
- Aji adalah seorang narablog
Hasil kesimpulan :
- Jadi, Aji perlu komitmen dan konsisten membuat konten di blog agar blog nya sukses

D. Unsur Unsur Logika Matematika


1. Negasi


Negasi adalah pernyataan ingkaran yang berlawanan arti sehingga menjadi penyanggah kalimat pernyataan yang sebenarnya. Pada negasi akan bernilai benar apabila pernyataan yang sebenarnya bernilai salah dan sebaliknya. Negasi sendiri biasanya dilambangkan dengan simbol "~". Adapun contoh negasi adalah sebagai berikut :

a. Negasi bernilai salah

p = Air mendidih pada suhu 100 C
~p = Air tidak mendidih pada suhu 100 C

b. Negasi bernilai Benar

p = Air mengalir dari tempat rendah ke tempat lebih tinggi
~p = Air tidak mengalir dari tempat rendah ke tempat lebih tinggi

2. Konjungsi


Konjungsi adalah gabungan dua pernyataan dengan menggunakan kata hubung "dan" serta dilambangkan dengan simbol "p^q". Pada konjungsi akan bernilai benar apabila kedua pernyaatan bernilai benar. Ketika ada satu pernyataan yang salah maka konjungsi pun akan bernilai salah. Berikut ini contoh konjunsi :

a. Konjungsi bernilai salah

p = Manusia dapat terbang tanpa bantuan alat apapun
q = Manusia dapat menghilang tanpa bantuan alat apapun
p^q = Manusia dapat terbang dan menghilang tanpa bantuan alat apapun

b. Konjungsi bernilai benar

p = Manusia membutuhkan makan untuk bisa tetap bertahan hidup
q = Manusia membutuhkan minum untum bisa tetap bertahan hidup
p^q = Manusia membutuhkan makan dan minum untuk bisa tetap bertahan hidup

3. Disjungsi 


Disjungsi adalah gabungan pernyataan dengan menggunakan kata hubung "atau" yang mana dalam hal ini terkesan terjadi dua pilihan pernyataan pertama dan kedua. 

Jadi disjungsi akan tetap bernilai benar walaupun salah satu pernyataan dari kedua pernyataan yang ada bernilai salah. Namun, disjungsi akan bernilai salah apabila kedua pernyataan nya salah. Adapun lambang disjungsi yaitu "pVq" Berikut ini contoh disjungsi :

a. Konjungsi bernilai salah

p = Manusia terbuat dari api
q = Malaikat terbuat dari tanah
pVq = Manusia terbuat dari api atau malaikat terbuat dari tanah

b. Disjungsi bernilai benar

p = Al Quran adalah kitab suci umat islam
q = Al Quran adalah kitab suci umat kristen
pVq = Al Quran adalah kitab suci umat islam atau kitab suci umat kristen

4. Implikasi 


Implikasi adalah gabungan pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung "jika...maka....". Suatu implikasi hanya akan bernilai salah apabila pernyataan pertama benar dan pernyataan kedua salah. Implikasi dilambangkan dengan simbol "p=>q". Adapun contoh implikasi adalah sebagai berikut :

a. Implikasi bernilai salah

p = Meja adalah benda padat
q = Kursi adalah benda cair
p=>q = Jika meja adalah benda padat maka kursi adalah benda cair

b. Implikasi bernilai benar

p = Andi rajin membaca
q = Andi memperoleh pengetahuan baru yang banyak
p=>q = Jika Andi rajin membacaaka Andi memperoleh pengetahuan baru yang banyak

5. Biimplikasi


Biimplikasi adalah gabungan pertanyaan majemuk yang menggunakan kata hubung "jika dan hanya jika". Biimpilikasi dilambangkam dengan simbol "p<=>q". 

Dalam biimplikasi ini digunakan konsep sebab (pernyataan pertama) dan akibat (pernyataan kedua). Oleh karena itu, biimplikasi akan bernilai benar apabila sebab dan akibatnya (pernyataan p dan q) bernilai sama baik semua sama-sama benar atau semua sama-sama salah. Adapun contoh biimplikasi adalah sebagai berikut :

a. Biimplikasi bernilai salah

p = Penanak nasi dapat digunakan untuk memasak nasi
q = Penanak nasi tidak dialiri energi listrik
p<=>q = Penanak nasi dapat digunakan memasak nasi jika dan hanya jika tidak dialiri energi listrik

b. Biimplikasi bernilai benar

p = Lampu dapat menyala
q = Lampu perlu dialiri energi listrik
p<=>q = Lampu dapat menyala jika dan hanya jika di aliri energi listrik

E. Fungsi Atau Manfaat Logika


Dalam kehidupan sehari hari  , berpikir logika memiliki fungsi atau manfaat sebagao berikut :

1. Meningkatkan kemampuan berpikir secara cermat , objektif, dan kritis

2. Melatih kemampuan berpikir dan menganalisis suatu kejadian atau masalah

3. Mengurangi kesalahan atau kekeliruan dalam pemaknaan suatu pernyataan

4. Membiasakan diri agar tetap berpikir secara sistematis

5. Melatih kemampuan menarik kesimpulan yang valid

Demikianlah artikel yang bisa saya bagikan mengenai materi logika. Semoga bisa bermanfaat bagi anda semua. Terima kasih


























Belum ada Komentar untuk "Logika : Pengertian, Sejarah, Jenis, Unsur, Dan Manfaat Logika"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel