Penjelasan Unsur - Unsur Intrinsik Cerita Pendek (Cerpen) Secara Lengkap

Unsur Intrinsik Cerpen - Apakah anda suka membaca cerita di buku buku ? Berapa lama anda membacanya ? Bagi anda yang tidak betah lama lama membaca , maka anda bisa membaca cerita pendek atau cerpen saja. Hal itu dikarenakan untuk membaca cerpen tidak banyak memakan waktu sebab cerita nya tidak terlalu panjang dan singkat

Secara umum, Cerpen (Cerita Pendek) adalah suatu jenis karangan fiktif atau prosa yang menceritakan kisah kehidupan sehari para tokoh sampai penyelesaian masalah yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan singkat (tidak lebih dari 10.000 kata). Suatu cerpen lebih singkat dari novel dan hanya berfokus pada satu tokoh, satu kejadian atau permasalahan tertentu. Tidak semua masalah atau konflik dalam kehidupan tokoh di ceritakan, hanya satu masalah saja berserta penyelesainnya.

Dalam cerpen juga terdapat pesan, amanat, dan kesan yang sangat mendalam. Yang mana untuk mendapatkan itu semua anda membaca nya tidak memakan waktu yang lama

Sebuah cerpen bisa terlihat hidup cerita di dalamnya karena di susun oleh unsur pembangun cerpen. Unsur pembangun cerpen di bedakan menjadi dua yaitu unsur intrinsik cerpen dan unsur eksternal cerpen. 

Apa saja unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam cerpen ? Dan bagaimana penjelasannya ?

A. Pengertian Unsur Intrinsik Dalam Cerpen

Unsur Intrinsik Cerpen
Unsur Intrinsik Cerpen


Unsur intrinsik cerpen adalah suatu jenis unsur pembangun atau penyusun cerpen yang berasal dari dalam cerpen itu sendiri. Artinya unsur intrinsik ada dalam cerita. 

Apabila cerpen di ibaratkan bangunan maka unsur intrinsik cerpen tersebut adalah komponen penyusun bagian dalam bangunan seperti semen , bata, batu. dan lain sebagainya. Dimana apabila salah satu dari komponen unsur intrinsik tersebut tidak ada maka tulisan tersebut tidak bisa di sebut cerpen

B. Unsur - Unsur Intrinsik Cerpen 


Adapun unsur intrinsik dalam cerpen terdiri dari beberapa unsur antara lain Tema, Tokoh dan Penokohan, Alur Cerita, Latar, Sudut Pandang, Gaya Bahasa, dan Amanat. Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai unsur intrinsik cerpen :

1. Tema Cerpen


Tema cerpen adalah sebuah gagasan atau ide pikiran yang melatarbelakangi kejadian cerita dalam cerpen. Tema cerpen juga bisa di ibaratkan seperti ruh atau nyawa dari cerpen sehingga cerpen bisa mulai hidup dengan kejadian cerita di dalamnya

Terdapat beberapa tema cerpen yang bisa di gunakan atau ditemukan , bisa berasal dari tema umum, kehidupan masyarakat maupun  kehidupan pribadi pengarang. Beberapa contoh tema cerpen antara lain percintaan, pendidikan , persahabatan, sejarah , perjuangan, dan lain sebagainya


2. Tokoh Dan Penokohan Dalam Cerpen


Dalam cerpen terdapat suatu cerita kehidupan tokoh cerpen. Tokoh adalah pelaku atau orang yang terlibat dalam cerita. Biasanya tokoh cerpen bisa di ketahui melalui nama orang yang ada di cerita.

Terdapat beberapa jenis tokoh yang biasanya di gambarkan dalam cerpen antara lain :

a. Tokoh Protagonis

Tokoh protagonis adalah tokoh utama dalam cerpen yang digambarkan memiliki watak yang baik di dalam cerpen

b. Tokoh Antagonis 

Tokoh Antagonis merupakan kebalikan dari tokoh protagonis dalam hal watak tokohnya. Tokoh protagonis berperan sebagai tokoh utama yang mempunyai watak jahat dan kejam dalam cerpen. Biasanya tokoh antagonis selalu bermasalah atau berurusan dengan tokoh protagonis sehingga memunculkan konflik dalam cerpen

c. Tokoh Tritagonis 

Tokoh tritagonis yaitu tokoh dalam cerpen yang perannya cukup penting guna membantu  meminimalisir dan menyelesaikan onflik yang terjadi antara tokoh protagonis dan antagonis. 

Hal itu dikarenakan tokoh tritagonis memiliki sifat yang bijaksana dan penengah masalah yang baik. Jadi kehadiran tokoh tritagonis ini untuk menengahi dan menyelesaikan konflik dalam cerpen agar tidak berlarut larut sehingga bisa menuju ending cerpen.

d. Tokoh Figuran 

Tokoh figuran adalah tokoh pelengkap dan pendukung dalam cerpen. Kemunculan tokoh figuran tidak terlalu sering , namun memberikan efek suasana cerita dalam cerpen menjadi lebih hidup. Misalnya pada kondisi di sekolah, maka diperlukan tokoh figuran seperti penjaga kantin dan penjaga sekolah agar suasana sekolah lebih hidup dan terasa

Perlu diketahui bahwa tokoh dan penokohan adalah dua unsur intrinsik dalam cerpen yang berbeda. Perbedaan nya yaitu tokoh berupa orang yang diceritakan dalam cerpen, sedangkan penokohan adalah penggambaran watak atau sifat dari tokoh itu sendiri. 

Watak tokoh dalam cerpen bisa digambarkan secara tersurat (analitik) dan tersirat (dramatik). Secara tersurat, watak tokoh digambarkan melalui ucapan tokoh dan penjelasan langsung dari pengarang. Sedangkan secara tersirat, watak tokoh bisa digambarkan melalui pemikiran, pandangan dan tindakan tokoh.

3. Alur Atau Plot Cerpen


Alur Atau Plot Cerpen adalah suatu unsur intrinsik cerpen yang berupa rangkaian kejadian jalannya cerita yang ingin di sampaikan oleh pengarang. Adanya alur atau plot cerpen ini agar pembaca mudah memahami urutan jalannya cerita dari awal hingga akhir. 

Adapun tahapan alur atau plot cerita dalam cerpen yang seringkali digunakan pengarang antara lain :

a. Tahap perkenalan 

Tahap perkenalan adalah tahap paling awal dalam cerpen dimana pengarang mulai mengenalkan tokoh dan latar cerita dalam cerpen. Dalam tahap ini juga yang akan diarahkan atau dipersiapkan ke tahap terjadinya konflik.

b. Tahap Terjadinya Konflik

Dalam tahap ini mulai muncul atau terjadi suatu masalah antar tokoh. Tokoh yang terlibat dalam tahap ini biasanya tokoh protagonis dan antagonis.

c. Tahap Klimaks

Tahap klimaks merupakan tahap dimana puncak masalah atau konflik. Dalam tahap ini masalah menjadi sangat sangat besar, runyam dan berbelit belit sehingga akan membuat tokoh yang terlibat bingung dan cemas menghadapi masalah ini.

d. Tahap Anti Klimaks

Tahap anti klimaks yaitu tahap dimana masalah atau konflik mulai mereda. Biasanya di tahap ini munculah tokoh tritagonis sebagai penengah masalah antara kedua tokoh utama yaitu tokoh protagonis dan antagonis

Dan pada tahap ini pula, tokoh utama menemui titik terang dari masalah akibat bantuan tokoh tritagonis, sehingga mampu mendapatkan solusi menyelesaikan masalah tersebut

e. Tahap Penyelesaian

Tahap penyelesaian menjadi tahap paling akhir dalam cerpen. Pada tahap ini masalah atau konflik dalam cerita sudah selesai dan menuju ke penutupan cerita (akhir cerita). Akhir cerita dalam cerpen (ending) biasanya berakhir dengan kebagahagian (happy ending)

Dari semua tahapan jalannya cerita tersebut harus ada semuanya. Karena apabila satu tahapan tidak ada maka akan terjadi kejanggalan cerita sehingga membuat bingung para pembaca. 

Tahapan jalannya cerita sendiri diatur oleh alur jalannya cerita. Secara umum, terdapat dua alur cerita yang biasa digunakan pengarang menggambarkan cerita dalam cerpen yaitu sebagai berikut 

a. Alur Maju

Alur maju adalah suatu penggambaran rangkaian kejadian cerita dalam cerpen secara runtut mulai dari awal sampai akhir seperti tahapan pengenalan, muncul konflik, klimaks, anti klimaks , dan penyelesaian

b. Alur Mundur

Alur mundur yaitu suatu penggambaran rangkaian kejadian cerita dalam cerpen secara melompat langsung digambarkan di bagian tengah cerita yaitu munculnya konflik terlebih dahulu. Kemudian, baru akan terlihat peristiwa lampau sebelumnya yang menjadi latarbelakang masalah atau konflik itu terjadi.

4. Latar (Setting)


Latar (Setting) adalah unsur intrinsik cerpen yang memberikan penjelasan terkait tempat , waktu , dan suasana peristiwa kejadian dalam cerita. Unsur latar ini memiliki hubungan sangkut paut yang sangat erat dengan tokoh dalam cerpen.

Terdapat 3 jenis latar dalam cerpen yaitu latar tempat, waktu, dan suasana. Semua latar tersebut menyangkut dengan tokoh cerpen. Berikut ini penjelasan selengkapnya tentang ketiga latar tersebut :

a. Latar Tempat

Latar tempat adalah semua tempat yang dilalui, didatangi, atau ditempati oleh tokoh dalam cerpen. Contoh latar tempat adalah di sekolah, di pasar, di rumah, dll

b. Latar Waktu

Latar waktu menyangkut kapan peristiwa kejadian dalam cerpen berlangsung. Dengan kata lain, latar waktu menjelaskan waktu terjadinya peristiwa atau kejadian yang di alami tokoh dalam cerpen. Contoh latar waktu antara pagi hari, siang hari, sore hari, minggu lalu, malam hari, kemarin, dan sebagainya

c.Latar Suasana

Latar suasana memberikan gambaran suasana peristiwa dalam cerita. Suasana peristiwa ini akan membawa pengaruh terhadap perasaan hati tokoh dalam cerpen. Contoh latar suasana antara lain sedih, bahagia, romantis, menyeramkan, dan lain sebagainya

5. Sudut Pandang


Sudut pandang adalah unsur intrinsik cerpen yang menjadi cara penggambaran posisi pengarang dalam cerpen. Dalam cerpen, pengarang bisa mengilustrasikan dirinya sendiri sebagai orang pertama maupun orang ketiga. Oleh karena itu, terdapat 2 sudut pandang yang biasa digunakan sebagai berikut :

a.Sudut Pandang Orang Pertama

Adalah suatu cara seorang pengarang menyampaikan cerita dengan menggunakan kata ganti "Aku" untuk tokoh cerpen. Dengan kata lain, pengarang secara tersurat menjadi tokoh dalam cerpen itu sendiri

b. Sudut Pandang Orang Ketiga

Yaitu suatu cara seorang pengarang menyampaikan cerita dengan menggunakan kata ganti "Dia" atau nama orang lain untuk menjadi tokoh cerpen. Dalam hal ini, pengarang tidak terlibat dalam cerpen secara langsung namun pengarang berimajinasi sebagai orang lain di dalam cerpen tersebut. Jadi tokoh cerpennya adalah orang lain 


6. Gaya Bahasa


Dalam cerpen pasti nya ditemukan kata kata menarik yang memberikan kesan tersendiri ketika membacanya. Itulah yang disebut gaya bahasa. Gaya bahasa merupakan suatu cara seorang pengarang menyampaikan cerita melalui kata kata menarik. 

Gaya bahasa ini bisa meliputi majas, pemilihan diksi dan kalimat, perangkaian kata dan kalimat dalam cerpen. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesan lebih menarik pada pembaca. Dan setiap pengarang pasti mempunyai ciri khas nya sendiri dalam menyampaikan kata menarik dalam cerpen. 

7. Pesan Atau Amanat Cerpen


Amanat dalam cerpen adalah unsir intrinsik cerpen yang berupa nilai nilai , pesan moral, atau pelajaran ang bisa kita petik atau ambil dari cerita dalam cerpen oleh pembaca nya. Dalam cerpen biasanya amanat ini tidak disampaikan secara langsung tertulis oleh pengarang , namun disampaikannya secara tersirat dalam cerita. 

Oleh karena itu , pengambilan amanat ini bergantung pada pemahaman masing masing pembaca terhadap cerpen yang di bacanya

Demikianlah artikel yang bisa saya bagikan mengenai penjelasan unsur intrinsik cerpen. Semoga bisa bermanfaat bagi anda semua. Terima kasih





















Belum ada Komentar untuk "Penjelasan Unsur - Unsur Intrinsik Cerita Pendek (Cerpen) Secara Lengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel