Sejarah, Sifat, Reaksi, Pembuatan, Dan Kegunaan Unsur Kadmium (Cd)


Unsur Kadmium
Unsur Kadmium

A. Sejarah Unsur Kadmium


Unsur kadmium ditemukan pada tahun 1817 oleh seorang ahli kimia berasal dari jerman yaitu Friedrich Strohmeyer. Penemuan unsur kadmium bermula saat fredrich tengah meneliti sampel calamine (ZnCO3). Sewaktu sampel calamine tersebut dipanaskan terlihat calamine bersinar dengan warna kuning namun sampel yang lainnya tidak menunjukan perubahan seperti itu. Dari pengamatan tersebut, di periksa lebih lanjut, ternyata dalam sampel calamin terkandung jejak unsur baru yaitu kadmium yang merupakan pengotor dari sampel calamin. 

Pemberian nama unsur kadmium berasal dari kata Latin yaitu Cadmia dan dari kata cadmeia. Dua kata tersebut merujuk pada nama kuno dari sampel Calamine, dimana sampel tersebut menjadi awal ditemukannya unsur kadmium


B. Pengertian Unsur Kadmium 


Kadmium adalah suatu unsur logam beracun dalam sistem periodik unsur yang diberi lambang Cd dan mempunyai nomor 48. Logam cadmium ini termasuk dalam golongan 12 di dalam sistem periodik unsur. Bentuk unsur kadmium yang murni adalah berupa logam lunak yang berwarna putih perak. Tetapi sangat jarang sekali unsur kadium ditemukan dalam kondisi bentuk murni di lingkungan. Biasanya kadmium di temukan dilingkungan sudah bergabung dengan unsur lain seperti dalam cadium okside (CdO), cadium sulfur (CdS) , dan cadmium chloride (CdCl2). 


C. Sifat Fisik Dan Kimia Unsur Kadmium


Sama halnya seperti unsur kimia lainnya, unsur kadium juga memiliki sifat fisika dan kimia sebagai berikut :


a. Sifat Fisika


1. Logam yang mengkilat berwarna putih perak

2. Bersifat beracun dan lunak, sehingga mudah ditarik dan juga ditempa 

3. Mempunyai titik lebur rendah 

4. Dapat hilang tingkat mengkilap dan bisa rusak. 
Menghilangnya kekilapannya apabila kadium diletakan dalam lingkungan yang lembab atau mengandung udara basah. Sedangkan, kadium akan rusak jika terkena amonia dan sulfur hidroksida

b. Sifat Kimia


1. Unsur kadmium tidak bisa larut dalam larutan basa, namun akan larut dalam larutan asam seperti H2SO4 dan HCl encer

2. Kadium tidak bisa mempunyai sifat amfoter (karena tidak bisa bereaksi atau larut dalam basa)

3. Dapat bereaksi dengan golongan halogen dan non logam sebagai contoh S, Se, dan P

4. Unsur kadium termasuk logam yang cukup aktif. Hal ini dibuktikan ketika kadium dibiarkan dalam udara terbuka dan dipanaskan maka akan bereaksi dengan oksigen membentuk Cadmium Oksida (CdO) berupa asap hitam

5. Mempunyai tingkat daya tahan korosi yang tinggi

6. Senyawa nya yaitu CdI2 bisa larut dalam alkohol

D. Reaksi Reaksi Kadmium


1. Oksidasi Kadmium


Reaksi oksidasi kadmium ini terjadi karena adanya pembakaran logam kadmium yang bereaksi dengan oksigen membentuk cadmium oksida (CdO). Pembentukan CdO ini juga disertai dengan pemanasan untuk mengaktifkan unsur cadmium sehingga bisa bereaksi dengan oksigen. Oksida kadmium yang terbentuk berupa asap yang mempunyai warna yang berbeda beda mulai dari kuning kehijauan , coklat, sampai mendekati warna hitam. Selain warna, oksida kadmium juga memiliki sifat yang beracun


2. Halida


Pada sistem kesetimbangan, logam kadmium memiliki beberapa spesies ion antara lain Cd2+, CdX+, dan CdX2+ dan CdX. Dengan halida , logam kadmium bisa bereaksi dan ada yang bisa larut dalam air contohnya CdF2


3. Hidroksida


Apabila laruran garam kadmium direaksikan dengan larutan natrium hidroksida NaOH akan membentuk kadmium hidroksida, Cd (OH)2. Hasil kadmium hidroksida yang berwarna putih ini bisa larut dalam amonia kuat sehingga terbentuk senyawa kompeksamin.

Cd2+ + 2NaOH --> Cd (OH)2 + 2Na+

4. Sulfida


Unsur sulfida bisa bereaksi dengan kadmium menghasilkan Cadmium Sulfida , CdS dan gas hidrogen. Sulfida yang bereaksi adalah merupakan senyawa H2S.

Cd + H2S ---> CdS + H2


5. Garam Okso Dan Ion Aquo


Beberapa contoh garam okso antara lain asetat, sulfat, sulfit, perklorat bisa larut dalam air. Sedangkan ion aquo asam dari H2O bisa menghidrolis logam kadmium menghasilkan spesies Cd2OH3+. Dari spesies tersebut bisa bereaksi lagi jika ditambahkan anion pengompleks atau halida ke dalamnya. Contohnya jika ditambah Cl akan menjadi Cd(OH)Cl dan saat ditambah NO3 akan menjadi CdNO3+

6. Iodida


Larutan KI bila di tambahkan ke dalam larutan garam kadmium maka akan membentuk CdI2 yang bisa larut dalam air. Dan ketika hasil CdI2 direaksikan dengan larutan amoniakal akan membentuk endapan Cd (NH3)3 yang berwarna putih


E. Pembuatan Kadmium


Kadmium bisa diperoleh dari persenyawaan bersama Zn, jadi kadmium menjadi hasil samping dari peroduksi seng. Yang kemudian Zn atau Pb dapat dipisahkan dengan Cd dari bijihnya disebabkan oleh titik didih kadmium yang rendah melalui proses penyulingan secara bertahap.


F. Kegunaan Kadmium


Unsur Kadmium berperang cukup penting dalam kehidupan terlebih pada elektroplating dan galvanisasi sebab kadmium mempunyai sifat daya tahan terhadap korosi yang tinggi. Selain itu, kadmium banyak digunakan dalam pembuatan alloy, pigmen warna  pada cat, keramik, plastik, stabilizer plastik, katode untuk Ni-Cd pada baterai, bahan fotografi,  pembuatan tabung TV, karet, sabun, kembang api, percetakan tekstil, dan pigmen untuk gelas dan email gigi 













Belum ada Komentar untuk "Sejarah, Sifat, Reaksi, Pembuatan, Dan Kegunaan Unsur Kadmium (Cd)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel